Selasa, 24 Mei 2016

4 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menyambut Ramadhan





Waktu memiliki sifat terus berjalan, jam demi jam terus melaju tanpa seorang pun dapat menghentikannya, dan tidak ada satu orang pun diantara kita yang bisa menghentikan waktu walau hanya sedetik.

Tanpa terasa bulan sekarang (dalam kalender Hijirah) sudah memasuki bulan Sya’ban, itu pertanda bahwa bulan depan  kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan penuh pahala dan bulan penuh kebaikan.

Bagaimana pun keadaan kita, apakah kita siap atau tidak siap, maka bulan Ramadhan pastilah akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, karena dengan persiapan tentu saja hasilnya akan lebih baik. Berbicara tentang persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan. Berikut beberapa persiapan yang harus kita persiapkan, yaitu:

1.    Persiapan Ruhiyah (Keimanan)
Rasulullah saw, mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a menjelang Ramadhan, yaitu:  (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan).
Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri pada bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya jadi sempurna.

2.    Persiapan Jasadiyah (Jasmani)
Ramadhan adalah bulan ketika kita melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara berolah raga secara rutin serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.

3.    Persiapan Tsaqafiyah (Keilmuan)
Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).
Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan/Shaum.

4.    Persiapan Maaliyah (harta)
Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi adalah untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

Semoga ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dengan persiapan yang lebih matang. Amiin


Oleh: Yayan Somantri, CHt

Jumat, 14 Agustus 2015

Mentoring, kenapa? Kenapa Mentoring?




MENTORING AGAMA ISLAM
#AyoMentoring!

Diambil dari artikel keislaman Lembaga Dakwah FKM UI, Nuansa Persaudaraan Islami 
nuranifkm.ui.ac.id ; nuranifkmui.tumblr.com

Mentoring, kenapa? Kenapa Mentoring?

Berangkat dari kesadaran bahwa kita adalah manusia biasa, makhluk ciptaan Allah SWT yang tak pernah luput dari kekhilafan. Sebenarnya kita sangat membutuhkan penjagaan diri, khususnya dalam hal kerohanian. Mengapa? Karena seperti yang kita ketahui, setiap manusia sejatinya memiliki hubungan yang erat dengan penciptanya. Namun, seringkali kita sebagai manusia tidak selalu dapat menjaga kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta. Mungkin jika dapat digambarkan dengan grafik matematis, dalam waktu 1 minggu atau bahkan 1 hari, grafik kedekatan kita dengan-Nya dapat meningkat dengan tajam, tetapi juga dapat menukik ke bawah secara drastis, tergantung bagaimana kita mempertahankannya. Padahal kita tidak akan pernah mengetahui kehidupan kita berhenti pada saat 'grafik' tersebut berada diposisi atas atau bawah, kita tidak akan pernah mengetahui hidup kita berujung di saat kita sedang melakukan apa, dan kita tidak akan mengetahui jantung kita berdetak sampai kapan.

 






Untuk itu, salah satu sarana untuk menjaga diri kita, minimal menjaga 'grafik' kita agar tidak menurun adalah dengan mengikuti pembinaan Islam, yaitu mentoring. Mengapa harus mentoring? Karena pada umumnya, mentoring dilakukan secara rutin sehingga dapat menjaga ruhiyah kita lebih intensif. Dengan mengikuti kelompok mentoring, kita dapat mengambil ilmu dan wawasan keislaman dari orang lain, baik dari mentor maupun teman satu kelompok. Bagaimana dengan membaca buku bacaan Islami? Bukankah itu juga dapat menambah wawasan keislaman kita? Benar, tidak ada yang salah menjadikan buku bacaan Islami sebagai asupan wawasan keislaman kita bahkan sangat dianjurkan. Namun, dengan mentoring kita dapat men share informasi yang kita dapatkan dari buku bacaan tersebut atau menanyakan hal-hal yang mungkin belum kita pahami. Increasing your Islamic knowledge by reading book is good, but joining mentoring is great.

Bukankah akan lebih banyak yang mungkin kita dapatkan apabila kita saling memberi dan saling berbagi pengetahuan dengan orang lain di mentoring? Dan bukankah kita sebaiknya memanfaatkan sarana belajar yang ada semaksimal mungkin? Bahkan, tak hanya ilmu pengetahuan yag bisa kita dapatkan dari mentoring, dalam suatu hadits pun disebutkan salah satu keutamaan berada dalam Majelis Ilmu (dalam hal ini mentoring) adalah hadirnya ketenangan dan ketentraman dalam diri.

عنْ أَبي سعيدٍ رضِي اللَّه عنْهُمَا قالا : قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا يَقْعُدُ قَوْمٌ يذْكُرُونَ اللَّهَ إِلاَّ حفَّتْهُمُ الملائِكة ، وغشِيتهُمُ الرَّحْمةُ ونَزَلَتْ علَيْهِمْ السَّكِينَة ، وذكَرَهُم اللَّه فِيمن عِنْدَهُ » رواه مسلم .

Dari Abi Sa'id al-Khudri ra berjata: Rasulullah SAW bersabda: "Tiada suatu kaum yang duduk dalam majelis dzikir kepada Allah (Majelis Ilmu), pasti dikelilingi Malaikat dan diliput rahmat Allah dan diturunkan pada mereka ketenangan dan ketentraman serta namanya disebut oleh Allah di depan para Malaikat-Nya. (HR Muslim).

Sebenarnya, masih banyak lagi keutamaan yang bisa dirasakan dengan mengikuti mentoring. Jadi, buat kamu yang masih belum bergabung dalam kegiatan mentoring, #AyoMentoring! 

SUMBER

Kamis, 13 Agustus 2015

Korelasi Antara Belajar, Organisasi, Dan Dakwah







ASSALAUMALAIKUM.....
اسلامعليكم ورحمة الله وبركاته


BELAJAR
ORGANISASI TANGGUNG JAWAB
DAKWAH

Seperti halnya sedekit perumpamaan di atas, maka sedah jalas bahwa ketiganya itu merupakan tanggung jawab. Ketiganya merupakan tanggung jawab kita sebagai pelajar, aktifis, serta kaum muslim.
BELAJAR, sudah pasti kan, kita sebagai pelajar memiliki kewajiban belajar yang kita pertanggung jawabkan kepada kedua orang tua kita masing-masing. Yaa…. Merekalah yang telah bersusah payah bekerja membanting tulang untuk bisa mendapatkan biaya buat kita sekolah, mereka ingin kita jadi anak yang berpengetahuan, pandai, ahli yang nantinya ilmu itu akan bisa membuat hidup kita bisa lebih baik dari keadaan kedua orang tua kita sekarang.

Dan memang benar bahwa kewajiban utama kita sebaga pelajar adalah belajar, tapi yang menjadi masalah adalah, apakah kita kan jadi orang yang biasa-biasa saja yang cumba ahli dalam ilmu-ilmu eksak. Tidakah kita ingin mengembangkan kemampuan soft skill kita, yaitu dengan berorganisasi.

Dan sebagai seorang muslim, kita juga memiliki kewajiban untuk berdakwah, menyampaikan ilmu yang kita miliki kepada yang lain. Dan untuk bisa melakukan fungsi organisasi dan dakwah< maka ROHIS adalah tempat yang tepat untuk melaksanakan fungsi tersebut secara bersamaan.

7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

• •
18. hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi mereka pada hari tiada naungan selain naungan Allah yaitu: … -diantaranya-: “dan seorang yang terikat (hatinya) dengan masjid ketika ia keluar hingga ia kembali ke masjid …”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra )

Intinya,,, sebagai pelajar yang memiliki ketiga tanggung jawab tersebut, kita harus berusaha semaksimal mungkin dalam memanagement waktu kita…. Satu kesadaran bahwa itu adalah TANGGUNGJAWAB, jadi hanya satu kata yang ada yaitu “just do it”.
Jika kata MARIO TEGUH, “waktu tidak dapat mengubah apapun, yang terjadi di dalam waktu itulah yang mengubah; Semua orang akan menua, tapi tidak setiap jiwa akan berubah menjadi pribadi yang kuat, tegas, dan mampu; Orang muda yang malas terlibat dalam hal-hal yang baik, tapi rajin bermalas-malasan, akan menajdi orang tua yang tak berguna yang takbisa dipekerjakan, ; Bahkan yang ingin memebantunya pun akan sulit menemukan cara untuk membantunya. Maka hormatilah waktu, agar kehidupan menghormatimu”

"hehe>>> maaf nih<< agak nglantur dikit essaynya :) "
jazzakumullah
wassalamualaikum


by: Danang (farohis '12)


 SUMBER

Minggu, 08 Februari 2015

KAJIAN AKBAR 2015

Ini nii, acara yang kita tunggu - tunggu pada bulan Februari, yap. Kajian Akbar adalah acara yang cukup GEDE karna namanya juga Akbar, kajian ini dihadiri perwakilan dari organisasi organisasi lain dilingkungan sekolah seperti OSIS, MPK, PRAMUKA dan tidak lupa juga perwakilan disetiap kelas. Pada tahun ini kita kedatangan seorang tamu  yang cukup istimewa yaituuuu aaaaaadaaalaaah .... te de tedeng ~
Ustaaaaadzz Awaaan Abduuuullah, yak Ustadz Awan Abdullah, admin tahunya tentang beliau sih lewat Youtube, diberdakwah lewat situs itu jugak, beliau asli lampung dan sekarang tinggal dijogja tema yang dibawakan adalah "Pelajar Hebat Pasti Taat" menurut kami, tema ini cukup pas dengan kondisi kita di era terkini. Karna cukup banyak orang hebat yang kurang taat ada yang korupsi lahh ada yang penipuan laah, sebab menjadi hebat itu harus diawali melalui ketaatan, TAAT DULU BARU JADI HEBAT